Bebel Without a Clause

Bebel Without a Clause

Wednesday, June 22, 2011

Politik Jujur dan Amanah atau Poltik Cucuk dan Fitnah?

Kawah bekas Gunung Berapi Pompeii, Itali
Apaitu jujur dan apa itu amanah kalau sendiri cakap tak serupa bikin.

Apakah itu jujur, bila dicakap lain di buatnya lain?
Umpamanya, adakah seseorang itu jujur bila:
1. memuji Timbalan Ketua Bahagian, sedangkan dibelakang mengusul pemecatan beliau dengan secara terang-terang dan sepanjang tahun, memfitnahkan beliau menyeleweng wang?
2. Membohong dengan memberi fakta yang berbeza-beza pada hari lain dan masa lain, bagaikan sesumpah yang yang bertukar warna pada bila-bila masa?

Dan adakah seseorang itu amanah bila di lantik tapi tidak pikul tanggungjawab cawangan yang diberikan. Mempertikaikan usul yang telah di bahaskan dan juga mewakili ajen-ajen lain.

Dalam berpolitik mesti ada tatacara. Mesti ada 'gentleman'. Dalam perpaduan mesti ada setiakawan.

Tiada setiakawan tiada perpaduan. Inilah resipinya.

Tiada setiakawan bila seseorang itu memburukkan cawangan lain, mencuri ahli dan suka memdabik dada dan lebih2 lagi bila seseorang itu bagaikan pengemis pinta belas kasihan.

Apakah perjuangan kalau yang diminta balasan projek berjuta-juta?

Apakah amanah kalau dana untuk yang miskin dan patut dibela di rakuskan demi menjalankan aktivti 'syok' sendiri dan 'silap mata'. Adakah sikap mendabik dada dan memecahbelahkan ummah sudah di bukti bahawa sejak kebelakangan ini masyarakat Bukit Antarabangsa tidak sokong mana-mana pihak yang kerjanya menggunakan masjid untuk pecah belah kan umat di tempat2 ibadah di Bukit Antarabangsa?

Sejak 1995 di BA, perjuangan2 UMNO ini tidak gentar berjuang walaupun tanah runtuh didepan mata, tiada kecut telur,tiada yang lari, tahu bila nak berjuang untuk bangsa, dan tahu bila berjuang untuk parti.

Itulah Melayu sebenar yang tidak akan tertipu untuk mengkhinat bangsa walaupun dengan segunung emas dan berlian. Kalaupun tertipu, pandai2lah minta maaf pada nusa dan bangsa.

Pada mereka-mereka yang tidak sedar2 sila layar ke http://en.wikipedia.org/wiki/Pompeii. Inilah akibat satu kaum di Itali yang mengamalkan seks songsang dan telah di hapuskan oleh Allah dengan bencana gunung berapi. Di Itali, cilinya lain dan pedasnya pun lain.
Apakah kemurkaan ALLAH akan muncul sebegini sekiranya kita biarkan seks songsang seorang pemimpin berterusan?


Tuesday, June 7, 2011

Siri Hikayat MERENG Mahawangsa 1

Mulai hari ini akan saya paparkan satu siri yang menunujukkan kemerengan pihak-pihak tertentu terhadap sesuatu isu.
Mari kita mula dengan Bob Lokman,seorang artist yang telahpun keluar dari dunia artis sebagai pelawak tapi kini menjadi court jester atau badut politik bagi satu parti juga yang sudah mereng.
Jadi tak payah lah kita nak komen apa 2pun terhadap kenyataan  mereka ini dah terang 2 bodoh. Habis beras aje.

Monday, June 6, 2011

Konsep 'Welfare State' PUKISem (dulu PAS) lebih merugikan dari mengungtungkan. PAS Sudah buta hati.

Sedikit sebanyak tentang konsep 'Negeri Kebajikan' yang dipetik dari wikipedia.
Kalau dari performance data kerajaan BN, konsep ini telah lama dipraktikkan oleh kerajaan BN namun mungkin dengan kebengappan mereka yang dikatakan bijakpandai dari PUKISem (dulu PAS) yang hanya tahu berkata tapi tidak pernah berdiri dibumi nyatakan, ungappan 'negara kebajikan ini hanya dari segi nama sahaja, sebagaiman negeri Islam Kelantan yang dikatakan sebagai serambi mekah tapi berkeliaran dengan pelacur2 yang tanpa segan silu berniaga didepan bangunan kerajaan negeri.

Selam berpuluh tahun memerintah, satu masjid pun tak dibina dalam menyebar syiar Islam dan sistem perjambananan yang amat kotor.

Apa taknya dengan MB Nik Aziz yang masih mengamalkan rasuah dan kronisma dalam pemberian lesen balak kepada menantu dan anak2nya. (Lain kali saya akan ceritakan pengalaman rakan saya (ahli PUKIsem) yang di tendang sana sini dan berjumpa dengan Nik Aziz-Nak tahu apa kata Nik Aziz, nanti saya akan ceritakan dalam blog posting yang lain)

Nik Aziz, memang sudah terang lagi bersuluh, adalah musuh nombor satu Islam. Bersama2 pemimpin PUKISem yang lain, mereka ini jamgankan mengikut pegang tali Allah tapi melakukan sebaliknya dan lebih utamakan perbalahan dari perpaduan Ummah.

Dengan kenyataan yang bengap dari Hadi Awang dan Anwarista yang lain, hanya satu yang kita boleh katakan disini, PAS bukan lah dipimpin oleh mereka2 yang berprogresif malah nampaknya mereka2 ini sebenarnya telah menerajangkan PAS (kini PUKISem) kepada 60 tahun kebelakang dan ditambahkan pula dengan citarasa meliwat.

Memang benar kalau ALLAH hendak butakan hati mereka, ALLAH dapa melakukannya dengan sekejap sahaja.
____________________________________________________________
Critics of the welfare state argue that such a system will make citizens dependent on the system and less inclined to work. However, certain studies indicate there is no association between economic performance and welfare expenditure in developed countries,[25] and that there is no evidence for the contention that welfare states impede progressive social development. R. E. Goodin et al., in The Real Worlds of Welfare Capitalism,[26] compares the United States, which spends relatively little on social welfare (less than 17 percent of GDP), with other countries which spend considerably more. This study claims that on some economic and social indicators the United States performs worse than the Netherlands, which has a high commitment to welfare provision.
However, the United States, until the financial crisis of 2007–2010 which brought a significant fall in GDP, led most welfare states on certain economic indicators, such as GDP per capita, with the notable exception of Scandinavian countries, where Norway for example has significantly higher GDP per capita.[27] Until the recession of 2008 brought about a significant rise in unemployment in the USA, the United States also had a low unemployment rate and a high GDP growth rate, at least in comparison to other developed countries (its growth rate, however, is lower than many welfare states which grow from a lower base and may benefit from recent economic liberalizations, further U.S. GDP per capita is sometimes 20-30% higher than that of welfare states).[27] The United States also had led some welfare states in the ownership of consumer goods. For example, compared to some welfare states, it has more TVs per capita,[28] more personal computers per capita,[29] and more radios per capita.[30]
Socialists criticize welfare state programs as concessions made by the capitalist class in order to divert the working class and middle class away from wanting to pursue a completely new socialist organization of the economy and society, for which it had been historically used in Germany by Bismarck along with his anti-socialist laws. Furthermore, socialists believe social programs are an attempt to "patch up" the ineffective capitalist market economy, therefore only treating the symptoms rather than the cause. By implementing public or cooperative ownership of the means of production, socialists believe there will be no need for a welfare state.[31] Marxists further argue that welfare states and modern social democratic policies limit the incentive system of the market by providing things such as minimum wages, unemployment insurance, taxing profits and reducing the reserve army of labor, resulting in capitalists having little incentive to invest; in essence, social welfare policies cripple the capitalist system and its incentive system, the only solution being a socialist economic system.[32]
Another criticism characterizes welfare as theft of property or forced labor (i.e. slavery). This criticism is based upon the classical liberal human right to obtain and own property, wherein every human being owns his body, and owns the product of his body's labor (i.e. goods, services, land, or money). It follows that the removal of money by any state or government mechanism from one person to another is argued to be theft of the former person's property or a requirement to perform forced labor for the benefit of others, and thus is a violation of his property rights or his liberty, even if the mechanism was legally established by a democratically elected assembly.[citation needed] In April, 2010, the Associated Press reported that 47% of US households will pay no federal income taxes at all for 2009.[33] In his book, The Servile State, English political writer Hilaire Belloc makes his case for the natural instability of pure capitalism and discusses how (as he believes) attempts to reform capitalism will lead almost inexorably to an economy where state regulation has removed the freedom of capitalism and thereby replaced capitalism with what he calls the Servile State. According to Belloc, the Servile State shares with ancient slavery the fact that positive law (as opposed to custom or economic necessity by themselves) dictates that certain people will work for others, who likewise must take care of them. Ergo, according to Belloc, the welfare state may leads to a kind of serfdom where one group works to support another group that does not work.
A third criticism is that the welfare state allegedly provides its dependents with a similar level of income to the minimum wage. Critics argue that fraud and economic inactivity are apparently quite common now in the United Kingdom and France[citation needed]. Some conservatives in the UK claim that the welfare state has produced a generation of dependents who, instead of working, rely solely upon the state for income and support; even though assistance is only legally available to those unable to work. The welfare state in the UK was created to provide certain people with a basic level of benefits in order to alleviate poverty, but that as a matter of opinion has been expanded to provide a larger number of people with more money than the country can ideally afford. Some feel that this argument is demonstrably false: the benefits system in the UK provides individuals with considerably less money than the national minimum wage, although people on welfare often find that they qualify for a variety of benefits, including benefits in-kind, such as accommodation costs which usually make the overall benefits much higher than basic figures show.[34][35]
A fourth criticism of the welfare state is that it results in high taxes. This is usually true,[citation needed] as evidenced by places like Denmark (tax level at 48.9% of GDP in 2007)[36] and Sweden (tax level at 48.2% of GDP in 2007).[36]
A fifth criticism of the welfare state is the belief that welfare services provided by the state are more expensive and less efficient than the same services would be if provided by private businesses. In 2000, Louis Kaplow and Steven Shavell published two papers stating that any social policy based on such concepts as justice or fairness would result in an economy which is Pareto inefficient.[citation needed] Anything which is supplied free at the point of consumption would be subject to artificially high demand, whereas resources would be more properly allocated if provision reflected the cost.[citation needed]
The most extreme criticisms of states and governments are made by anarchists, who believe that all states and governments are undesirable and/or unnecessary. Some socialist anarchists believe that while social welfare gives a certain level of independency from the market and individual capitalists, it creates dependence to the state, which is the institution that, according to this view, supports and protects capitalism in the first place. Nonetheless, according to Noam Chomsky, "social democrats and anarchists always agreed, fairly generally, on so-called 'welfare state measures'" and "Anarchists propose other measures to deal with these problems, without recourse to state authority."[37] Some socialist anarchists believe in stopping welfare programs only if it means abolishing government and capitalism as well.[38]

Sunday, June 5, 2011

Yang ketara adalah penolakan beruk Nizar oleh ahli-ahli PAS. Goodbye Beruk!!

Kita tidak terkejut beruk Nizar mantan Menteri Besar DAP bertopengkan Islam munafik terkeluar dari senarai Jawatankuasa PAS pusat.
Nizar, graduan Aston University, UK ini memang patut dikeluarkan memandangkan tingkah laku yang tidak serupa manusia dengan aksi terus menerus menghina Sultan Perak dan juga dalam Parlimen.
Lepas ini Nizar kamu boleh lah jadi kera kena belacan masuk kedalam hutan join siamang, ok.

See you.

Saturday, June 4, 2011

Bekas dituduh penzina dan bermain isteri orang dan musuh ketat Anwar jadi Naib Parti Kebajikan! Adakah bala akan menimpa?

PAS akur taktik menggunakan Islam untuk berkuasa tidak di terima oleh ALLAH. Kini menggunakan taktik komunis untuk berkuasa bersama DAP dan PKR.
Kita tidak hairan mengapa PAS gagal dengan menggunakan ISLAM demi untuk berkuasa kerana kita tahu ALLAH maha berkuasa dan telahpun memberi pentunjuk kepada mereka bahawa perjuangan menggunakan nama Islam itu untuk tujuan politik tidak terima oleh orang2 Islam yang waras.
Kini mereka berubah taktik kebajikan pulak. Adakah mereka akan tukar nama kepada Parti Utama Kebajikan Islamiah SeMalaysia (PUKISem)? Kita hanya boleh menunggu dan lihat.
Apakah wadah yang akan dibawa oleh Parti kebajikan ini? Adakah dia akan bermiripkan parti Kebajikan ala di Turki yang kemudian di haramkan di Turki?
Dan apakah wadah akan di bawa oleh Mat Sabu yang sudah terbilang kononnya bermain dengan isteri orang dan pernah di tangkap atas tuduhan khalwat.
Kita juga tertanya2 adakah mantan Timbalan Hardy, Nash Yesus di buang kerana dikatakan cuba untuk menjadi seorang Islam yang mengutamakan perpaduan umat Islam sebagaimana yang dikehendakki oleh ALLAH. Sesungguhnya, yang menang adalah bagi mereka yang berteraskan perpaduan walaupun mereka kalah di kotak undi. Semoga ALLAH memberi kekuatan bagi mereka untuk meneruskan agenda perpaduan dan membalas jihad mereka di akhirat nanti.

___________________________________________________________
Tahniah kepada Mat Sabu, Husam Musa, Salahuddin Ayob dan Mahfuz Omar selain Abdul Hadi Awang kerana menjadi TOP 5 dalam barisan kepimpinan baru Parti Islam Se-Malaysia yang sepatutnya kini sudah bertukar menjadi Parti Islam-Melayu (Kebajikan-Cina India) Se-Malaysia.


Begitu juga dengan nama-nama lain yang menduduki kerusi AJK PAS Pusat selain Siti Zailah Yusoff yang berjaya menamatkan hanyir kangkang Elizabeth Wong yang masih melekap ke badan Nuridah. Tidak dilupakan juga kepada Nasruddin Tantawi yang menang tanpa bertanding, Nik Abduh anak lelaki Nik Abdul Aziz dan anak lelaki Hadi Awang yang melengkapkan ludah PAS kepada UMNO yang kini terpalit ke muka sendiri!

PAS sedang mengalami transformasi yang begitu besar. Ucapan Dasar Presiden telah pun diterjemahkan oleh perwakilan dengan pemilihan barisan baru kepimpinan. Mujur jugalah Dewan Ulama dan jawatan Mursyidul Am tidak dipertandingkan. Kalau tidak, mungkin juga nama Harun Din dan Nik Abdul Aziz bakal tercampak sama.

Tugas utama yang sedang menanti barisan kepimpinan PAS sekarang adalah mencari jalan dan alasan untuk mengatakan pelaku di dalam video seks yang dikaitkan dengan Anwar Ibrahim, bukanlah Anwar Ibrahim. Biarpun sebelum ini, ramai pemimpin PAS yang cuba berselindung di sebalik dalih-dalih agama dalam usaha membela Anwar Ibrahim daripada video lucah tersebut tetapi mereka gagal mengaitkan kepimpinan Anwar yang diragui berikutan ketiadaan moralnya serta hujah mereka sendiri ketika melakukan pendedahan yang mengaibkan apabila membabitkan pemimpin UMNO-BN.

Namun tugas yang paling utama ialah memastikan sokongan Melayu-Islam kepada DAP dan PKR. Atas nama kesetiaan kepada Pakatan Rakyat, barisan baru kepimpinan PAS yang dilihat bakal membawa PAS ke satu haluan yang lebih terbuka, mampu menjadikan PAS sebagai sebuah wadah berbilang kaum dengan menggunakan dua label berlainan iaitu Islam untuk Melayu dan Kebajikan untuk bukan Melayu.

Untuk khalayak Islam, ceramah-ceramah akan disampaikan dalam bentuk ceramah agama dengan menegaskan bahawa PAS adalah Islam dan memilih PAS bererti memilih untuk mengangkat martabat Islam di negara ini. Oleh kerana itu, memilih PAS adalah WAJIB SYARIE dan tidak boleh DIUZURKAN walau apa cara sekalipun.

Namun untuk khalayak bukan Islam pula, akan diberitahu tentang Kebajikan. Tentang tiadanya Negara Islam dalam al Quran. Tentang tidak perlu dibimbangi tentang Negara Kebajikan kerana Kebajikan lebih AD-DEEN berbanding Islam dan lebih syumul. Antara Negara Islam dan Negara Kebajikan, sebenarnya tiada beza kerana kedua-duanya adalah untuk kesejahteraan manusia sejagat. Islam juga seperti sistem-sistem ciptaan manusia yang lain, boleh diubah-ubah jenamanya mengikut kesesuaian.

Itu tugas-tugas yang menanti barisan kepimpinan baru PAS. Sokongan pasti akan bertambah hangat buat PAS yang beranjak keluar daripada garisan tradisional dan kejumudan mereka dari tahun 1951 sehinggalah sekarang!

Sumber: The FlyingKick

Blog Archive